FREEDOM FOR PALESTINE
ISRAEL, GO TO HELL
Keji, tentara Zionis patahkan kaki seorang remaja Palestina dan memaksanya untuk berjalan
Hanin Mazaya
Rabu, 15 Februari 2012 07:40:15
Rabu, 15 Februari 2012 07:40:15
Perlindungan untuk Anak-anak Internasional telah
mendokumentasikan penangkapan seorang remaja Palestina, Mahmoud Omar
Faqeh (16) dari desa Qattana di barat laut Yerusalem oleh tentara Zionis
Israel. Mereka mengungkapkan bahwa Israel telah melanggar secara
langsung standar internasional untuk perlakuan terhadap anak-anak selama
penangkapan.
Mahmoud tengah bermain dengan teman-temannya di suatu tempat dekat
Tembok Apharteid di desa Beit Sourek ketika mereka diserang oleh tentara
Zionis.
“Salah seorang tentara Israel menembakkan peluru karet di kaki saya
dan kemudian tentara lainnya menangkap saya dan dua teman saya. Segera
setelah itu mereka menangkap saya, mereka memaksa saya untuk berbaring
di tanah. Mereka memborgol saya. Mereka mulai memukuli tbuh saya dan
kaki saya dengan kaki mereka dan tongkat hitam yang mereka pegang,” ujar
Mahmoud.
“Saya meneriakkan rasa sakit di hadapan mereka. Meskipun saya
berteriak, ‘kaki saya patah’, mereka terus memukuli saya selama hampir
15 menit.”
“Setelah itu, mereka membangunkan saya dan menangkap saya. Karena
saya tidak bisa berjalan dengan kaki saya, mereka mulai memukuli saya
lagi dan meminta saya untuk berdiri. Tapi saya tak bisa karena rasa
sakit. Mereka mengangkat saya dan memaksa saya untuk berjalan, jadi saya
berjalan sedikit, lalu terjatuh lalu dua tentara menyeret saya sampai
kami mencapai Tembok Apharteid. Mereka menempatkan saya di Jalan
Ma’bad, dekat tembok tersebut dan mereka mulai menyerang saya lagi
sampai kendaraan militer datang dan membawa saya ke pos pemeriksaan
terdekat. Saya pikir itu pos pemeriksaan Beit Aksa, namun karena para
tentara menutup mata saya dengan topi wol -yang kupakai, aku tidak bisa
melihat apa-apa.”
Remaja malang itu ditahan di pos pemeriksaan selama hampir setengah
jam dan terpaksa duduk dengan mata tertutup di tengah hujan, dengan
tangan diborgol hingga punggungnya menderita.
Mahmoud mengatakan, “Tentara memindahkannya dari pos pemeriksaan itu
ke suatu tempat-saya menangkap namanya selema penyelidikan-itu adalah
penjara militer Atarot. Mereka membuat saya duduk dan saya tidak bisa
mengangkat kepala saya, karena setap kali syaa melakukannya, seorang
tentara berteriak di dekatku dan itu sangat menyakitkan.”
Pada tengah malam, para prajurit Zionis menginterogasi remaja ini dan
dia ditanya tentang alasannya berjalan di dekat Tembok Apharteid.
Interogator mengatakan bahwa remaja itu melemparkan batu pada tentara
dan mengalihkan mereka dari melakukan pekerjaan, namun Mahmoud
menyangkalnya.
Ketika Mahmoud mengatakan bahwa kakinya terluka, ia diberitahu bahwa
tentara akan membawanya ke seorang dokter yang akan membungkus kain kasa
di sekitar kaki dan kemudian dia akan dibawa ke penjara.
Setelah satu jam, interogasi berakhir dan Mahmoud dipindahkan ke
Penjara Militer Ofer di dekat Ramallah. Di sana, doker menolak untuk
menyentuhnya atau memberinya pengobatan sehingga para prajurit
membawanya ke Rumah Sakit Hadassa di Yerusalem, setelah mereka menutup
matanya dengan kantong plastik sampah yang tak terpakai.
“Ketika saya tiba di Ofer, para tentara menyeret saya ke klinik
penjara dan saya menderita rasa sakit, saya meminta mereka untuk
berhenti, namun salah seorang tentara berkata dalam bahasa Arab, “Diam
atau kami akan menempatkan Anda dengan anjing!”.
Ia mencapai Rumah Sakit Hadassa pagi harinya setelah ditangkap.
Sejak penangkapannya Mahmoud tidak diberi makan atau menggunakan kamar
mandi.
Mahmoud mengatakan, “Di rumah sakit, dua tentara dari Penjaga
Perbatasan menemani saya, mereka menyeret saya. Saya diminta untuk
melakukan beberapa tes dan kemudian dokter datang untuk memeriksa kaki
saya dan hasil sinar-x menunjukkan bahwa saya memiliki dua tulang yang
patah di kaki saya dan dokter membungkusnya dengan gips dan menempatkan
saya di salah satu tempat tidur rumah sakit. Setiap kali saya mencoba
untuk tidur, seorang tentara memukuli saya, dan yang lain mengatakan
bahwa saya akan mati di sini atau saya akan dipenjara, dan
kutukan-kutukan lain dari keduanya.
Keesokan harinya di rumah sakit, para dokter menempatkan gips di kaki
kirinya, karena mereka menemukan bahwa itu juga mengalami kerusakan.
Pada saat itu Mahmoud menerima makanan untuk pertama kalinya dan
menggunakan kamar mandi dengan bantuan perawat.
Sore harinya Mahmoud dipindahkan ke penjara Ofer disertai tiga
tentara termasuk seorang tentara wanita yang memukulnya sebelum ia
dipanggil untuk administrasi penjara. Mereka juga memaksanya untuk
berjalan sepanjang 30 meter meskipun para tentara laknat itu menyadari
bahwa dokter tidak bisa berjalan sampai gips nya mengering.
Mahmoud mengatakan salah seorang tentara memukulnya di dada dengan
kuat sedangkan seorang tentara wanita menarik rambutnya dan memaksanya
berjalan.
Mahmoud tinggal di sektor Ashbal di penjara Ofer selama 16 hari di
mana ia disiksa dengan brutal oleh tentara Zionis Israel. Selama 16
hari ia menghadapi persidangan selama lima kali dengan menggunakan kursi
roda. Pada persidangan kelima, dia dibebaskan.
(haninmazaya/arrahmah.com)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar